Balita Penderita Tumor Ganas di Garut ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

oleh -146 Dilihat
oleh

Garut, Fakta dan Realita-

TRAGIS sekali dengan apa yang dialami Mochmad Wildan, seorang balita asal Garut yang baru berusia 15 bulan. Di usianya yang terbilang kanak-kanak, ia selama 6 (Enam) belakangan ini harus menanggung penderitaan yang teramat berat akibat penyakit tumor ganas (Osteosarcoma) yang dideritanya.

Wildan, panggilan akrab sang bocah, merupakan anak paling bontot dari tiga bersaudara pasangan Heri (34) dan Rani (35). Belakangan diketahui, ia menderita sakit parah akibat pembengkakkan pada betis kaki sebelah kirinya.

Saat wartawan Media Fakta dan Realita menyambangi kediamannya di kampung Cibinong RT 01 RW 13, kelurahan Cimuncang, kecamatan Garut Kota, kabupaten Garut, Senin, 16 November 2020, sang bocah nampak terbaring lemas dalam keadaan betis yang membengkak sebesar bola sepak di tempat tidurnya.

Jika anak-anak seusianya sudah mulai berjalan dan bermain dan menunjukkan kelucuannya, lain lagi dengan Wildan yang hanya bisa menangis menahan rasa sakit akibat penyakit tumor ganas terus menggerogoti betisnya yang dari hari ke hari terlihat semakin membesar.

Menurut Rani (ibunya), saat usia Wildan baru 9 bulan terjadi bengkak kecil di bagian betis kaki sebelah kiri buah hatinya itu. Awalnya kami mengira, itu hanya pembengkakkan biasa bukan tumor ganas. Namun ternyata, seiring waktu lama kelamaan bengkaknya itu malah kian membesar.

“Kami pun membawanya untuk berobat ke Puskesmas dan RSUD dr Slamet Garut. Dari situ kami dikasih rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Karena harus dirujuk, kami pun saat itu melanjutkan berobat jalan ke RSHS Bandung,” tutur Rani.

Sementara itu, Heri sang suami menambahkan, setiap kali bolak-balik membawa anaknya (Wildan) berobat ke Bandung terkadang sering dilematis, karena dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

“Memang kalau untuk pengobatannya ditanggung oleh BPJS, namun untuk obat-obatan tidak semua tercover BPJS. Ada obat yang harus kami beli sendiri,” kata Heri.

Heri mengaku, segala daya dan upaya telah dilakukannya demi membiayai pengobatan Wildan. Apa yang kami punya pun telah terjual habis untuk biaya pengobatan.

“Profesi saya hanya seorang buruh menjahit sarung tangan yang hasilnya tidak seberapa. Setiap kali akan berobat ke Bandung, kadang ada saja warga kampung Cibening RW 13 yang mau dengan ikhlas menyumbang untuk menambah-nambah biayanya. Makanya” saya sangat berterima kasih sekali,” ujarnya.

Dikatakannya, agar anaknya ini bisa segera sembuh seperti sediakala. Maka dari itu, Ia pun mengharapkan adanya uluran tangan dari para donatur, supaya nantinya tidak ada lagi kendala soal biaya.

Ditempat yang sama, Lurah Cimuncang Asep Salahudin S.Hi, saat hadir menengok keadaan Wildan mengatakan, Ia baru mendapatkan laporannya pada hari senin (16/11/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, bahwa ada salah seorang anak, warga Cimuncang yang katanya menderita penyakit tumor ganas dan butuh sekali bantuan. Padahal dua hari yang lalu ia sempat ada kegiatan di lingkungan RW 13 tersebut, akan tetapi pada saat itu sama sekali tak mendengar kabar tentang adanya warganya yang sedang terkena musibah.

“Saya sering keliling menghadiri pengajian rutin di tiap-tiap RW untuk melihat keadaan warga. Namun untuk keluarga pak Heri ini, baik dari pengurus RW, Kader, atau warga sekalipun saya tidak pernah ada laporan, baru tau tadi pagi,” kata Asep.

Untuk itu, Asep mengaku akan berupaya mengkordinasikan hal ini dengan pihak atasannya yaitu Camat Garut Kota, agar bisa segera membantu meringankan beban biaya pengobatan Wildan.

Reporter : Hadi | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.