Bupati Garut Tegaskan Pilkades bukanlah Pemicu Lonjakan Covid-19 yang Mencapai 431 orang Yang Terpapar

oleh -182 Dilihat
oleh

Garut, Fakta dan Realita-

KABUPATEN Garut termasuk salah satu daerah yang ikut terkena aturan PPKM darurat, yang diberlakukan pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan Garut termasuk Kabupaten yang masuk ke dalam zona merah Covid-19.

Pemberlakuan PPKM tersebut sangatlah beralasan, mengingat jumlah warga yang terkonfirmasi dan  meninggal dunia lmakibat Covoid-19 di Kabupaten Garut, setiap harinya mengalami lonjakan yang sangat tajam serta beberapa kali mengalami outbreak.

Ketika disinggung terkait tajamnya lonjakan jumlah yang terkonfirmasi Covid-19, lantaran dampak dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dilaksanakan di 217 desa pada 8 Juni lalu, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, membantah keras kalau lonjakan yang terkonfirmasi covid-19 dampak dari Pilkades.

“Covid melonjak secara menyuluruh di Indonesia, di Jawa Barat ada 11 Kabupaten/Kota yang masuk dalam zona merah. Pilkades bukan salah satu pemicu, tetapi interaksi masyarakat serta cepatnya virus bermutasi,” ujarnya, Jum’at (2/7/2021) melalui perpesanan Whatssapp.

Dikatakan Rudy, guna memutus mata rantai Covid-19, khususnya untuk Garut yang masuk sebagai salah salah satu Kabupaten/Kota yang mengikuti anjuran pemerintah guna melakukan PPKM darurat, langsung mengambil langkah-langkah, salah satunya melakukan penyekatan jalan-jalan yang langsung di bawah kendali Kapolres Garut.

“Kita akan melakukan PPKM darurat, salah satunya dengan melakukan penyekatan jalan-jalan, baik yang menuju perkotaan serta sejumlah jalan menuju objek wisata,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Satuan Gugus Tugas Covid-19, sampai tanggal 1 Juli 2021, jumlah yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 18.730 orang yang terkonfirmasi Covid-19, kontak erat mencapai 21.901. Sedangkan jumlah yang terkonfirmasi Covid pada tanggal 1 Juli jumlahnya mencapai 431 orang dan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 33 orang dalam satu hari.

“Dalam satu hari kemarin jumlah yang terkonfirmasi sebanyak 431 orang, dan yang meninggal dunia sebanyak 33 orang,” ujar Humas Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita.

Dikatakan Yeni, terdapat pasien yang melakukan isolasi baik secara mendiri dan dalam perawatan pihak RS. Guna untuk memutus mata rantai, masyarakat agar untuk melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Harus lebih waspada serta meningkatkan penerapan protokol kesehatan dilingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.