Di Garut, 18 Rumah Rusak Berat Akibat Bencana Pergerakan Tanah

oleh -53 Dilihat
oleh

Garut, Fakta dan Realita-

SEBANYAK 18 rumah yang ditempati oleh 82 jiwa dilaporkan rusak berat akibat bencana pergerakan tanah yang sudah terjadi sejak beberapa hari lalu di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akibatnya seluruh warga harus mengungsi ke tempat aman untuk menghindari bahaya.

“Berdasarkan laporan 18 rumah rusak berat,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kepada wartawan di Garut, Senin, (21/12/2020)

Wabup Helmi menyebutkan, bencana pergerakan tanah yang melanda permukiman warga di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet tersebut telah menyebabkan banyak kerusakan pada sejumlah rumah warga. Kebanyakannya  retak-retak pada bagian dinding rumah.

Menurutnya, kondisi tanah di daerah itu labil sehingga warga yang tinggal di sana harus dievakuasi ke tempat aman dari bahaya bencana pergerakan tanah.

“Kondisi tanah tidak memungkinkan, makanya harus ada relokasi, dan itu perlu dipersiapkan,” katanya.

Wabup menyampaikan, Pemkab Garut siap merelokasi rumah warga yang terdampak bencana pergerakan tanah itu ke tempat yang daerahnya dipastikan tidak berada di kawasan rawan bencana.

Sambil menunggu proses relokasi, kata Helmi, sementara warga yang rumahnya rusak mengungsi dulu, dan pemerintah menyiapkan bantuan darurat untuk kebutuhan pengungsi.

“Saat ini, masalah kedaruratannya sudah kita tangani,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, pergerakan tanah yang terjadi di desa Ciroyom tersebut, meliputi kampung Ranca Putat, Ciawi, Cilame, Mareme, dan Kampung Cikaroe, Desa Ciroyom. Kejadiannya berlangsung  sejak Jumat (18/12/2020).

Sampai berita ini diturunkan, untuk sementara sebanyak 82 orang terpaksa harus mengungsi di gedung olahraga desa setempat. Selain 18 rumah yang rusak, diperkiraan ada puluhan rumah lainnya mengalami hal serupa.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.