Hadiri Bimtek Jurnalis, Bupati Garut Sebut Wartawan adalah Profesi Yang Mulia

oleh -438 Dilihat
oleh

Garut, Fakta dan Realita-

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik dan Broadcast bagi wartawan yang dilaksanakan di Bukit Alamanda Resort and Resto, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/09/2021).

Kegiatan Bimtek yang diikuti oleh sekitar 60 awak media, perwakilan dari berbagai organisasi pers di kabupaten Garut tersebut, dihadiri secara langsung oleh Bupati Garut, H. Rudy Gunawan bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Muksin.

Dalam sambutannya, Bupati Garut, H Rudy Gunawan mengungkapkan, wartawan merupakan sebuah profesi yang mulia, serta menyangkut hal yang berhubungan dengan nasib seseorang.

“Jurnalisme yang baik adalah mencari faktanya, itu yang harus ada. Karena, selain menghimpun berita, mencari fakta, menyebarkan (informasi), juga disini ada sisi etika,” kata Bupati Garut.

Dituturkan Bupati, sebagai sebuah profesi, ia meminta seorang wartawan harus memiliki sebuah kompetensi dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Berkenaan dengan hal tersebut, Pemkab Garut pun siap memberikan perhatian terhadap UKW tadi, agar jurnalis di Kabupaten Garut memiliki kualifikasi sebagai seorang wartawan.

“Nah saya membaca di Dewan Pers bahwa wartawan wajib mempunyai Uji Kompetensi Wartawan, kalau yang sudah mempunyai Uji Kompetensi Wartawan, maka dia berkualifikasi sebagai wartawan, sebagai jurnalis. Inilah yang sedang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Garut,” ucapnya.

Selain itu, Kata Bupati, pihaknya menginginkan pers sebagai profesi yang berwibawa, serta dihormati sebagai profesi yang mulia. Terlebih, pers ini adalah seorang profesional yang memiliki kode etik.

“Jadi intinya kami terima kasih atas kerjasamanya selama ini dengan rekan-rekan pers. Tapi saya, pers ini ingin berwibawa, dihormati sebagai profesi yang mulia, nah untuk itu kita adalah profesional, sama dengan arsitek, sama dengan advokat, sama dengan dokter, cirinya adalah kita punya kode etik, kode etik pers katanya itu dibuat ada aturannya,” tutur Bupati Garut.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Garut, Muksin, dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 60 peserta, yang terdiri dari beberapa perwakilan organisasi pers yang ada di Kabupaten Garut.

“Salah satu tujuan diselenggarakannya acara ini, adalah untuk meningkatkan kapasitas dan peran jurnalis dalam penyebarluasan informasi,” ujar Muksin.

Muksin menjelaskan, kegiatan Bimbingan Teknis Jurnalistik dan Broadcast dengan mengambil tema peningkatan penyiaran Media Daerah, (dengan) tujuan menjalin tali silaturahmi diantara organisasi (pers) di Kabupaten Garut, meningkatkan kapasitas dan peran jurnalis dalam penyebarluasan informasi, dan ketiga membuka wawasan jurnalis dalam dunia penyiaran dan broadcast,” pungkas Muksin.

Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.