SDIT Al-Bayyinah Garut Kota Siap Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka

oleh -151 Dilihat
oleh

Garut, Fakta dan Realita-

TERKAIT adanya rencana pemerintah untuk membuka kembali kegiatan pembelajaran di sekolah secara tatap muka pada tingkat Sekolah Dasar (SD), SDIT AL-Bayyinah Garut Kota dengan berbagai fasilitas protokol kesehatan yang dimilikinya saat ini, dinilai telah siap untuk melaksanakannya.

“Jika dalam beberapa hari kedepan pemerintah memutuskan bahwa sekolah dasar harus menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka, kami menyatakan siap mematuhi dan melaksanakannya. Semuanya telah kami persiapkan baik itu menyangkut fasilitas protokol kesehatan maupun dalam segi materi pembelajarannya,” demikian kata Kepala Sekolah SDIT Al-Bayyinah, Dr. Hanny Latifah, M.,M.Pd kepada Redaksi Fakta dan Realita saat ditemui di SDIT Al-Bayyinah, Jalan Raya Bayongbong Km.3, Muara Sanding, Kec. Garut Kota, Kab. Garut, Jawa Barat, Kamis (13/08/2020).

Menurut Hanny, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan, Bupati dan Kadisdik Garut, saat ini pihak sekolah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung protokol kesehatan, seperti fasilitas tempat mencuci tangan, alat cek suhu thermogun, masker gratis dan juga handsanitizer. Selain itu kita juga punya alat penyemprotan disinfektan yang dapat digunakan secara berkala untuk mensterilkan ruangan dan lingkungan sekitar sekolah.

“Pada saat pelaksanaan tatap muka nanti, kita akan terapkan protokol kesehatan yang ketat demi menjaga anak-anak dari sebaran Covid-19, mereka kita wajibkan untuk memakai masker, pengecekan suhu tubuh dengan thermogun, mencuci tangan dan memakai hand sanitizer sebelum masuk ke ruangan kelasnya masing-masing,” katanya.

Foto: Kepala Sekolah SDIT AL-Bayyinah, Dr. Hanny Latifah M. M.Pd (tengah) bersama Korwas dan Pengawas Bina UPT Pendidikan Garut Kota.

 

Hanny juga menyebutkan bahwa sesuai ketentuan pemerintah, salah satu syarat dibukanya pembelajaran secara tatap muka adalah terjaminnya kesehatan para guru dan staf yang dibuktikan melalui hasil test usap (Swab). Dan terkait persyaratan tersebut, kita pun telah siap mematuhinya.

“Para guru dan staf harus bebas Covid-19 berdasarkan hasil test swab, barulah sekolah diperbolehkan tatap muka,” imbuhnya.

Pada pembelajaran nanti, kata Hanny, SDIT Al-Bayyinah akan menerapkan sistim pembelajaran bergilir atau sistim shift dengan waktu belajar maksimal selama 4 jam perharinya tanpa adanya jam istirahat.

“Jika sebelumnya pada waktu normal, kita memberlakukan Full Days School mulai pukul 07.15 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB dalam waktu 5 hari untuk tiap minggunya, pada tatap muka dimasa AKB nanti, murid-murid akan belajar maksimal selama 4 jam dalam waktu 6 hari dengan cara bergiliran atau sistim shift. Jadi dalam satu minggu itu, kegiatan belajar untuk kelas 1 sampai 6 kemungkinan tidak akan bersamaan, dengan kata lain sebagian masuk sekolah dan sebagian lagi belajar di rumah,” ujarnya.

Foto: Bangunan SDIT Al-Bayyinah Jalan Raya Bayongbong Km.3, Muara Sanding, Kec. Garut Kota, Kab. Garut, Jawa Barat.

 

Hanny menambahkan, sekarang ini SDIT Al-Bayyinah memiliki 30 pengajar dan 16 ruangan kelas dengan jumlah murid keseluruhan mulai dari kelas 1 sampai 6 sebanyak 384 siswa.

“Dengan banyaknya siswa dan pengajar di sekolah ini tentunya kita harus ekstra hati-hati dalam melaksanakan kegiatan belajar secara¬† tatap muka, oleh karena itu kita terapkan protokol kesehatan yang ketat agar dapat terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk mengantisipasi timbulnya cluster baru Covid-19,” ungkapnya.

Hanny berharap para orangtua bisa mendukung dan bekerjasama pada saat pembelajaran tatap muka nanti sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan dengan aman dan lancar.

“Para orangtua wajib membimbing dan mengingatkan anaknya untuk selalu membiasakan mencuci tangan sebelum masuk kelas, selalu memakai masker dan juga melakukan phisical distancing saat mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah,” harapnya

Reporter : WH | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.