SDIT ATIMU Garut Kota Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

oleh -149 Dilihat
oleh

Garut, Fakta dan Realita-

SDIT Atikah Musaddad (ATIMU) Garut siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka yang akan digelar mulai Rabu, 18 Agustùs 2021 ini.

Kepala SDIT ATIMU Garut Kota H. Suwarso, S.Pd, M.Pd sangat menyambut baik keputusan Pemerintah Kabupaten Garut, yang telah membuka kembali kegiatan PTM jenjang TK/PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan SMP, walaupun hanya setengah (50 %) dari siswa sekolah yang diperbolehkan belajar secara tatap muka, dengan syarat mutlak pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) 5M yang ketat.

“Alhamdulillah sangat terharu. Anak-anak, orangtua serta guru-guru begitu bersemangat dan riang gembira menyambut baik keputusan PTM lima puluh persen ini. Mereka tak sabar untuk sekolah seperti kayak dulu lagi,” ucap H. Suwarso saat diwawancarai Pimred Media Fakta dan Realita di Kantornya, Jl. Ciledug No. 102, Regol, Kec. Garut Kota, Garut,  Jawa Barat, Senin (16/08/2021).

Dikatakan Suwarso, berbagai persiapan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan PTM di masa pandemi covid-19 ini seluruhnya telah final.

“SDIT ATIMU Garut sejak jauh-jauh hari telah mempersiapkan segala sesuatunya. Seluruh sarana prasarana belajar untuk pelaksanaan PTM ini telah kita benahi, termasuk pula semua fasilitas protokol kesehatan yang wajib ada dan lengkap dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Suwarso menjelaskan, sesuai arahan pihak Kemendikbud terkait ketentuan PTM 50 persen ini, maka kegiatan belajar mengajar di SDIT ATIMU nantinya akan dilaksanakan secara offline dan online (PTM dan BDR), dimana setiap harinya pada jam pelajaran yang sama sebanyak 50 persen siswa di sekolahnya akan belajar secara tatap muka dan 50 persennya lagi belajar dari rumah (BDR).

“Dari total keseluruhan 601 siswa, kita bagi 2 kelompok, kelompok A dan B. Hari Rabu nanti, kelompok A akan belajar tatap muka di sekolah, yang kelompok B nya belajar di rumah. Keesokan harinya (Kamis), giliran kelompok B yang tatap muka, kelompok A di rumah. Kita atur selang satu hari secara bergantian, begitu seterusnya. Untuk penentuan kelompok, kita pakai sistem random dari mulai kelas 1 hingga kelas 6. Semuanya telah kita beritahu, masuk ke kelompok mana-mananya, yang jelas nanti itu dalam satu rombel kelas berisi masimal 28 orang siswa,” terangnya.

Suwarso menjelaskan, bagi semua siswa yang kebagian belajar di sekolah, sebelum masuk kedalam sekolah mereka diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan melewati pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu oleh Tim Satgas Covid Sekolah.

“Setelah tahapan prokes selesai, siswa baru kita persilahkan masuk ke kelasnya masing-masing, dengan terus menjaga jarak satu sama lain. Untuk pulangnya pun sama, teknisnya seperti itu,” ucapnya.

Suwarso berharap, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SDIT ATIMU, baik PTM maupun BDR dapat berjalan lancar dan efektif, terhindar dari sebaran virus covid-19, sehingga keinginan kita untuk belajar tatap muka seperti saat sebelum pandemi ini berkecamuk, bisa menjadi kenyataan.

“Saya mengajak kepada semuanya, mari bersama-sama menyukseskan program pemerintah terkait pelaksanaan PTM ini. Kunci kesuksesan PTM sangat bergantung kepada kesungguhan, kedisiplinan dan semangat belajar, serta pula sejauh mana kita patuh terhadap protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah,” pungkas Kepala SDIT ATIMU Garut, H. Suwarso S.Pd, M.Pd .

RED_FR/ W. Hanafia

No More Posts Available.

No more pages to load.